|
| Alexandria Netcafe |
| Alexandria Bookcafe |
| Wedangan Hotspot |
| Trik & Tutorial |
| My Gallery |
| Hardware |
| Software |
|
| KAMI MELAYANI |
- Akses Internet
- Print - Ketik
- Cetak Foto
- Jual - Beli Comp
- Service Comp
- Desain & Setting
- Desain Presentasi
- Accesoris Comp
- Pulsa Handphone
- Wedangan Hotspot
- Rental Buku, Novel, Komik & Majalah
- Rental Film Drama Korea, Jepang & Anime
|
| MY MUSIC TODAY |

Free Music
|
VISITOR ID :
|
|
| OUR LINK |
| |
| CONTACT US |
Untuk segala saran, dan keluhan mengenai pelayanan kami, bisa dikirim via email ke :
ary_ghallagher@yahoo.com |
|
| KISAH EKSPEDISI MERBABU |
| Saturday, October 07, 2006 |
| Gunung Merbabu terletak di wilayah perbatasan Boyolali dan Salatiga serta berdekatan dengan Gunung Merapi. Gunung Merbabu dari kejauhan tampak keindahannya dengan hijau lebatnya hutan belantara dengan lereng-lerengnya yang landai. Rute pendakian ke Merbabu ini bisa melewati jalur Kopeng di wilayah Salatiga maupun lewat jalur Selo di Boyolali. Jika pendakian dimulai dari Selo maka pendakian akan menempuh medan yang lebih curam dibanding dengan medah yang akan ditempuh lewat jalur Kopeng. Base camp Selo ini merupakan base camp-nya para climber yang akan mendaki baik ke Merbabu maupun ke Merapi. Karena base camp ini merupakan titik permulaan pendakian untuk dua gunung (Merapi dan Merbabu) maka jika masuk musim pendakian (Tahun baru Masehi-Hijriah, maupun HUT RI) base camp ini sangat ramai dikunjungi oleh climber.
Satu cerita pendakian ke Merabu melewati jalur Kopeng pada tahun 1998. Pendakian diikuti oleh mahasiswa 1997 dan 1998, untuk menuju ke ke base camp kopeng kita akan berjalan melewati perkemahan dan pemandian panas kopeng. Waktu yang dibutuhkan untuk menuju base camp lumayan lama yaitu sekitar 45 menit, cukuplah untuk pemanasan. Kami berangkat dari base camp sekitar pukul 9 malam, sangatlah terlambat untuk memulai pendakian, maklumlah keberangkatan dari Solo molor dari jadwal pendakian. Medan yang dilalui sangatlah menyenangkan untuk dinikmati penuh dengan track bonus (rute menurun), hingga kami merasa kok jauh banget, maklum track menurunya banyak banget. Ketika kami melewati satu track yang disebut Jembatan Setan kondisi makin melelahkan karena rute yang kami tempuh sangatlah jauh hingga kami tidak sadar kalau jarum jam sudah menunjukan pukul 7 pagi dan kami terpaksa turun gunung sekitar jam 9 siang. Akhirnya kami sampai kembali di basecamp dengan kondisi penuh keluh kesah karena kami sempat tersesat ketika menuruni lereng karena jalur pendakian lewat kopeng ini penuh dengan persimpangan-persimpangan yang tidak terarah tujuannya. Mungkin ini kenangan pendakian perdana kami yang sangat berkesan ketika mengadakan even pendakian di Merbabu karena waktu yang kami butuhkan bener-bener lama dengan rute yang sangat jauh dan medan yang penuh dengan jalur-jalur tak dikenal.
Lain halnya dengan kisah ketika kami mahasiswa 1997 dan 1998 melakukan ekspedisi ke Merabau melewati jalur Selo. Ketika itu musim penghujan dan kami benar-benar dihantam hujan yang tiada henti-hentinya. Ketika melewati track yang kami senangi yaitu bukti vertical yang pertama, kemiringannya hampir 90 derajat, kami terpaksa melepas tas bawaan kami dan kami bawa perlahan-lahan dengan cara merayap bagaikan seekor cicak dan akhirnya kami sampai juga di Sabana Merbabu.. Karena kondisi rekan-rekan telah basah kuyup sehingga team memutuskan pendakian sampai di sini, tetapi karena ada dua rekan yang masih penasaran untuk menaklukan puncak Merbabu, maka kami mengijinkan dua orang ini untuk meneruskan pendakian. Kami, rekan-rekan yang ditinggal mendirikan tenda di Sabana Merbabu. Karena posisi tenda yang kurang nyaman, maka kami memutuskan untuk memindah posisi kami istirahat. Sembari istirahat dan bikin makanan dan minuman hangat kami menikmati suasana pagi Merbabu. Salah satu rekan kami yang meneruskan pendakian akhirnya muncul juka setelah berhasil mencapai puncak merbabu, tetapi salam satu rekan kami kami ini datang sendiri dan satu rekan yang yang lain masih tertinggal, kami pun terpaksa menunggunya hingga kami bingung kok tidak datang juga apa mungkin tersesat. Kami pun bertanya kepada team climber lain apakah pernah bertemu dengan rekan kami, mereka bilang tidak tahu. Setelah lama menunggu kami memutuskan untuk turun karena waktu sudah tidak memungkinkan lagi untuk berada di atas. Tanpa dinyana-nyana setelah kami kebingungan ternyata rekan kami yang hilang telah berada di base camp Selo, nah lho.....?. Dia menuruni puncak merbabu setalah tidak tidak tahu posisi tenda kami karena kami pindah posisinya, dan lebih uniknya dia tidak membawa bekal untuk turun hingga ke sampai ke base camp Merbabu, untungnya sesama climber punya rasa senasib sepenangungan sehingga dia di bisa mendapatkan bekal logistik dari team lain (kasihan ya.....). Untung bisa sampai ke base camp, coba kalau tidak kelihatan batang hidungnya, bisa muncul di berita TV tuh........jadi daftar orang hilang.
Sebenarnya masih banyak kenangan ketika kami melakukan ekspendisi Merbabu dalam even-even yang lain, tetapi tidak bisa kami tuangankan di sini karena moment-moment itu benar-benar dalam maknannya buat kami.
(Sumber : Ary Ghallagher, Foto : Ary Ghallagher). |
| posted by Ary Ghallagher @ 11:30 PM |
|
|
|
|
| 1st Launch 18th May 2009 |
|
Location : Tegal - Indonesia
Facility :
- Extra Bass Headset
- Free Webcam
- Free Large Parking Area
- Minicafe
- Waiting Room
- Free drink and caffe
- Friendly Operator
|
| LEAVE COMMENT HERE |
ShoutMix chat widget
|
| Previous Post |
|
| Archives |
|
| SUPPORTED BY |
 |
|