|
| Alexandria Netcafe |
| Alexandria Bookcafe |
| Wedangan Hotspot |
| Trik & Tutorial |
| My Gallery |
| Hardware |
| Software |
|
| KAMI MELAYANI |
- Akses Internet
- Print - Ketik
- Cetak Foto
- Jual - Beli Comp
- Service Comp
- Desain & Setting
- Desain Presentasi
- Accesoris Comp
- Pulsa Handphone
- Wedangan Hotspot
- Rental Buku, Novel, Komik & Majalah
- Rental Film Drama Korea, Jepang & Anime
|
| MY MUSIC TODAY |

Free Music
|
VISITOR ID :
|
|
| OUR LINK |
| |
| CONTACT US |
Untuk segala saran, dan keluhan mengenai pelayanan kami, bisa dikirim via email ke :
ary_ghallagher@yahoo.com |
|
| Kejutan Tuk Sahabat |
| Wednesday, February 07, 2007 |
Sebuah persahabatan mengisyaratkan bahwa kita hidup dalam suatu lingkungan yang saling berinteraksi satu sama lain dengan sangat eratnya. Keterikatan ini-lah yanga menyatukan rasa dan batin yang berbeda serta memberikan makna akan arti pentingnya kehidupan saling ketergantungan. Kehidupan sosial yang penuh dengan konflik dalam individu sering kali menjadikan rasa persahabatan makin kental. Ketika masalah datang dari satu teman, sahabat dengan iklasnya menjadi tempat untuk berbagi keluh dan kesah, seolah-olah dia bisa merasakan apa yang mereka rasakan saat itu. Ketika dua tangan kami lemah, uluran tangan mereka menarik kami dan menjadikan kami kuat. Ketika tetes air mata kami jatuh, canda tawa mereka redakan pilu yang ada di dalam dada.
Selasa, 6 Februari 2006 adalah hari dimana salah seorang sahabat dan teman kami merayakan ulang tahunnya, dia adalah Mba Wahyu. Sebagai seorang operator salah satu warnet di Kota Solo dia dengan tekunnya melayani users dan juga costumers. Sebagai sosok yang dituakan oleh kami, kami (Dienda, Kiky dan Ary) berencana membuat suatu kejutan baginya. Selama ini dia sering memberikan masukan dan dorongan yang sangat berarti bagi kami ketika kami ada unek-unek dan masalah. Kami sangat merasakan dia layaknya orang tua bagi kami. Kebijakan hati dia-lah yang membawa kami untuk memberikan kado indah ini di hari ulang tahun dia.
Rencana surprise ini sebenarnya telah kami rancang seminggu sebelum hari H. Ketika satu hari menjelang hari H, kami telah mempersiapkan scenario yang telah kami susun, tentang bagaimana menjaga suspect, mencari kado, mencari kue tar dan juga kue untuk dibagikan ke users dan juga para satpam. Ketika hari H telah tiba, kamipun mulai mempersiapkan segalanya, Dienda dengan Kiky dengan sibuknya mencari kado kesana kemari karena bingung kado apa yang pantas buat Mba Wahyu. Belum lagi kue tar yang harus disusun dengan lilin. Sedangkan saya sendiri terpaksa hanya bisa mempersiapkan kue bolu dan blackforest yang akan dibagikan ke users karena posisi saya yang harus terus berada di kantor sampai dengan jam 4 sore, padahal jam 4 Mba Wahyu harus pulang dari warnet. Saya pun harus berkejaran dengan waktu, meski hujan dengan derasnya saya harus cepat berada di lokasi warnet. Konfirmasi dan koordinasi dari kami terus berjalan untuk mengecek hal-hal yang masih kurang. Mulai dari bagaimana menjaga suspect agar tidak kabur, kesiapan roti dan juga dokumentasi
Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, tepat jam ½ 5 sore saya bisa berada di lokasi, dan acara pun dimulai, dengan mengendap-endap kami masuk ke warnet melewati pintu samping. Dan ketika pintu dibuka kejutan pun tiba, nyanyian padamu negeri eeee...., maksudnya selamat ulang tahun akhirnya bisa terdengar di dalam warnet, Mba Wahyu pun bingung harus bagaimana karena kejutan yang kami berikan ini, dari tatapan matanya kami bisa mengerti betapa bahagianya dia waktu itu. Warnet yang sebelumnya sepi membisu jadi ramai oleh canda tawa kami. Acara potong kue pun dimulai dengan gesitnya Dienda mengeluarkan pedangnya (pisau, emang yang ulang tahun sapa to Dien?), roti yang telah disediakan ke users akhirnya dibagi-bagikan sebagai pertanda hari indah bagi Mba Wahyu. Kado yang telah disiapkan pun dibuka dan ternyata isinya panci......., eeee ga ding.
Met ultah ya Mba...., panjang umur, makin tambah imannya, tambah dewasa, murah rejeki dan tidak lupa akan arti persahabatan yang telah kita jalani selama ini. Terima kasih Tuhan, kau berikan kepada kami orang-orang yang yang sadar betul akan kasih sayang yang tulus dari sebuah persahabatan. Buat Dienda, Kiky, dan komunitas MeseNet terimakasih akhirnya rencana kita tidak bocor dan sukses. (Sumber : Ary Ghallagher, Foto : Ary Ghallagher). |
| posted by Ary Ghallagher @ 8:09 PM |
|
|
|
| Malam Satu Suro |
| Tuesday, February 06, 2007 |
Tahun Baru Islam 1428 H bertepatan dengan tanggal 20 Januari 2007. Libur nasional ini tepat jatuh pada hari Sabtu. Hari libur yang timing-nya tepat ini tidak kami sia-siakan begitu saja. Maklum kami adalah para pekerja yang jarang untuk menikmati liburan. Untuk merayakan malam satu suro ini kami mengadakan camping bersama. Rencana awal kami akan melakukan ekspedisi ke Gunung Lawu dan di hari kedua barulah kami mengadakan camping. Kami berangkat dari kota Solo pada pukul 17.00 WIB. Pada petualangan kali ini, team ekspedisi berjumlah 6 orang. Kondisi ketika kami memasuki wilayah Tawangmangu hujan membasahi kami dengan derasnya, dan kami terpaksa menghentikan perjalanan karena jalan yang kami lewati sangat gelap, licin dan tetutup kabut, bagi kendaraan roda dua medan ini sangat riskan. Dan akhirnya kami sampai di Cemoro Sewu kisaran pukul 09.30 WIB. Hujan yang sempat reda kembali turun dengan derasnya. Cuaca yang sulit untuk ditebak ini akhirnya memaksa kami untuk mengurungkan niat kami dan membatalkan pendakian ke Lawu. Akhirnya team kami turun kembali ke kawasan Tawangmangu tepatnya di Kawasan Sekipan. Sekitar pukul 21.00 WIB tenda baru bisa kami dirikan karena kondisi hujan yang tak henti-hentinya reda. Seiring dengan malam yang makin larut hujanpun berhenti, kami akhirnya bisa bercengrama menikmati suasana alam. Dengan diiringi merdu alunan gitar dan nyayian sumbang kami yang tak henti-hentinya membawakan lawu-lagu alam sembari menikmati hangatnya api unggun serta secangkir kopi dan roti bakar. Menjelang dini hari hujan kembali turun dan memaksa kami untuk masuk ke dalam tenda. Hujan kali ini tidak begitu deras namun cukup lama, dan kami terpaksa berdiam diri di dalam tenda. Suasana hangat masih bisa kami rasakan meski kami harus di dalam tenda. Tanpa sadar kamipun tertidur lelap.
Esok harinya kami bangun sangat awal. Kondisi pagi hari sangatlah dingin dan untuk menghangatkan badan kami melakukan senam pagi bersama diiringi musik hip hop yang keluar dari tape recorder kami. Semangkuk mie rebus dan the poci menambah hangat suasana pagi. Pada pukul 08.00 WIB kami bertiga membersihkan badan kami dan melakukan pendakian menuju ke kawasan air terjun di atas bukit. Perjalanan yang ditempuh kira-kira sekitar 30 menit dari tenda yang kami dirikan.
Waktu terus berjalan, tanpa sadar hari telah menjelang sore. Kami akhirnya packing barang bawaan kami dan kembali pulang ke kota Solo. Selama perjalanan pulang kami kembali disambut dengan hujan yang sangat derasnya dan kami terpaksa berteduh di tengah perjalanan. Kabut turun dengan lebatnya, jarak pandang pun menjadi sangat dekat karena tertutup kabut putih. Tahun Baru Suro ini rupanya masih seperti dahulu yang penuh dengan air kenikmatan (hujan) yang membawa berkah dan kemakmuran bagi para penduduk Solo sekitar. Dan akhirnya ekspedisi kami selama 2 hari ini terpaksa dihentikan. Next trip : 18 s/d 19 Maret 2007, Merbabu kami akan datang dengan sejuta anggan, sambut kami dengan jabat erat sentuhan liar alammu. (Sumber : Ary Ghallagher, Foto : Ary Ghallagher). |
| posted by Ary Ghallagher @ 5:27 PM |
|
|
|
| FOTOGRAFI "SOLO KEMAREN SORE" |
| Monday, February 05, 2007 |
Orang jepang dikenal sebagai pribadi yang gemar mencatat, mengumpulkan dan mengkoleksi berbagai benda dan segala sesuatu yang ada disekitar kita. Kebiasaan ini rupanya tidak hanya ada di negeri Sakura sana. Sekelompok komunitas fotografi dari Mahasiswa Fakultas Teknik Arsitektur UNS yang bergabung dalam Klub Fotografi mengumpulkan karya seni berupa gallery foto tentang kota solo. Mereka mengkoleksi, mencatat dan mengumpulkan perkembangan arsitektur di kota Solo melalui media fotografi. Hasil karya mereka akhirnya bias numpang nampang dalam acara pameran fotografi bertajuk Solo Kemaren Sore yang acaranya dilaksanakan di Gramedia 1 s/d 7 Februari 2007. Foto-foto yang terpangpang di dinding megah gedung Books Store Gramedia ini menggambarkan artefak seni bangunan, corak arsitektur dan budaya yang ada di Solo terutama bangunan arsitektur masa kini. Banyak perubahan yang terjadi di kota Solo dalam kurun waktu 8 tahun terakhir dan akhirnya banyak bangunan yang berwawasan seni tinggi bermuncuan di kota Solo tanpa mengindahkan bangunan tempo dulu yang masih mempunyai citra seni tinggi.
Peserta pameren fotografi yang digelar di Gramedia Surakarta ini kebetulan rekan-rekan dari penulis. Penulis sangat merasakan semangat team work mereka dari mulai persiapan materi hingga puncak acara pameran. Nampak sesekali kelelahan diwajah mereka karena lembur tidak untuk mempersiapkan materi pameran yang belum kelar. Ruang tengah homebase penulis menjadi saksi bisu kesibukan team pameran fotografi ini. Alhasil, hasil karya mereka bias kamu plototin di baseman Gedung Gramedia Slamet Riyadi Solo 1 s/d 7 Februari 2007. (Sumber : Ary Ghallagher, Foto :Roby Architect) |
| posted by Ary Ghallagher @ 8:59 PM |
|
|
|
|
| 1st Launch 18th May 2009 |
|
Location : Tegal - Indonesia
Facility :
- Extra Bass Headset
- Free Webcam
- Free Large Parking Area
- Minicafe
- Waiting Room
- Free drink and caffe
- Friendly Operator
|
| LEAVE COMMENT HERE |
ShoutMix chat widget
|
| Previous Post |
|
| Archives |
|
|
| SUPPORTED BY |
 |
|